-->

Devisit Anggaran Hingga Belasan Milyar, Pemkab Bombana Ajukan Relaksasi

METROSULTRA.COM
01 September 2021, Rabu, September 01, 2021 WIB Last Updated 2021-09-01T11:10:43Z

masukkan script iklan disini
H. Tafdil, S.E, M.M. (Bupati Bombana)
BOMBANA, METROSULTRA.COM | Penanggan wabah Pandemik Covid-19 membuat tata kelola keuangan pemerintah kabupaten Bombana, mengalami devisit anggaran sebesar 18 miliar 454 juta rupiah.

Hal ini tentu menjadi perhatian penuh bagi Instasi Pemerintah, baik yang dibidang eksekutif maupun legislatif untuk mencari solusi atas beban ekonomi daerah saat ini.

Apalagi, saat ini pemerintah daerah yang dinakhodai Bupati H Tafdil memiliki beban utang sebesar 195 yang wajib dilunasi tahun 2022 mendatang. Namun dengan pertimbangan anggaran yang lesu membuat Pemkab Bombana seolah berat untuk melunasi utang daerah diakhir jabatan Bupati H Tafdil di tahun 2022 mendatang.

Devisit anggaran belasan milyar ini, terkuak dalam rapat pembahasan rancangan kebijakan umum perubahan APBD tahun 2021 yang digelar di gedung DPRD Kabupaten Bombana. Rabu, 1 September 2021.

Dikesempatan ini, Bupati Bombana, lewat sekretaris daerah (Sekda) kabupaten Bombana, Man Arfa mengatakan, Devisit belasan Milyar APBD 2021 merupakan salah satu dampak kongkrit yang timbul akibat wabah pandemik Covid-19.

"Kesulitan memang kita, terjadi devisit yang cukup besar, sehingga dengan pertimbangan itu, kita ajukan relaksasi,"Jelasnya.

Man Arfa menilai, langkah tepat yang perlu pemerintah daerah untuk kembali menormalkan anggaran tersebut adalah dengan cara melakukan merelaksasi utang atau memperpanjang masa kredit (pinjaman) daerah hingga 2024 atau 2025.

"Alhamdulillah teman-teman anggota DPR sangat memahami keadaan itu dan menjetujui relaksasi hingga tahun 2024,"Terang Man Arfa.

Terpisah, Ketua DPRD Bombana  Arsyad mengaku lembaga yang di Nakhodainya itu tidak memilik alasan yang kuat untuk menolak usulan pemerintah daerah tentang relaksasi utang. 

"Setelah melihat kondisi daerah yang sedang mengalami devisit anggaran sebesar 18 milyar lebih. hal ini menjadi pertimbangan kita di DPR untuk menerima usulan relaksasi itu.

Kata dia, jika usulan pemkab Bombana dibiarkan atau ditolak maka dampak yang bakal terjadi adalah refocusing anggaran secara besar-besaran yang tentunya bakal berdampak pada pelayanan publik.

"Semoga dengan disetujuinya relaksasi tersebut, roda pemerintahan dapat berjalan optimal dalam membangun daerah,"Imbuhnya.

Pantauan tim MetroSultra Usulan Relaksasi utang mendapat respon positif oleh tim badan anggaran DPRD kabupaten Bombana dengan menyetujui usulan perpanjangan masa kredit utang hingga 2024 mendatang. 

Reporter: Zulkanain
Komentar

Tampilkan