-->

Pembuat Narasi Coretan di SMA 9 Bombana Bakal Dipidana

METROSULTRA.COM
01 February 2021, Monday, February 01, 2021 WIB Last Updated 2021-02-01T15:40:15Z

masukkan script iklan disini
Pagar SMA N 9 Bombana dipenuhi coretan protes tak terima Kasek diganti

Penulis : Zul
Editor   : Erwin
BOMBANA - METROSULTRA.COM | Siap siap ! pelaku dan pembuat Narasi coretan tolak kepala sekolah baru yang tertulis disejumlah fasilitas pendidikan SMA Negeri 09 Kabupaten Bombana Sulawesi bakal dibawa kerana hukum untuk diproses secara hukum yang berlaku.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, dimana hanya karena persoalan kepala sekolah diganti, sontak muncul narasi protes penolakan terhadap Kepala sekolah yang "baru" dan dibalik tulisan itu mengatasnamakan organisasi siswa (i) (OSIS) SMA Negeri 09 Bombana, sehingga terkesan bahwa pelakuknya adalah pelajar sekolah tersebut.

Hal ini menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat Bombana maupun di dunia maya khusnya dunia pendidikan. Untuk mereda persoalan ini Pemerintah tidak tinggal diam, mereka mencari siapa otak dibalik munculnya narasi penolakan kepala sekolah baru di SMA tersebut yang menimbulkan keresahan dunia pendidikan khusnya di kabupaten Bombana. 

"Kami sementara di jalan menuju SMA tersebut untuk turun memastikan apakah itu pelakunya adalah siswa atau siapa, jadi siapapun yang melakukan pengrusakan terhadap fasilitas Negara maka kita akan pidanakan,"Tegas Mushadad selaku Kepala Kantor cabang Bombana Dinas pendidikan provinsi Sulawesi tenggara lewat telpon selulernya. Senin 02 Februari 2021.

Menurutnya, jika ada persoalan mengenai pergantian kepala sekolah SMA tersebut tentu ada jalurnya. Namun yang perlu diketahui pemberhentian dan pelantikan kepala sekolah itu adalah hasil kajian dari dewan pertimbangan jabatan provinsi Sulawesi tenggara.

"Jadi pergantian kepala sekolah yang baru itu diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 6 tahun 2018, jadi dengan pertimbangan pertimbangan itu sehingga terjadi pergantian kepala sekolah,"Jelasnya.

Pihaknya selaku pemerintah mengaku menyayangkan aksi coret coretan fasilitas sekolah yang menimbulkan fasilitas pendidikan tersebut nampak kotor.(red)
Komentar

Tampilkan