Iklan


Dialog UM-Kendari: Kompetensi Lulusan, Link And Match Dunia industri

METROSULTRA.COM
05 September 2020, Sabtu, September 05, 2020 WIB Last Updated 2020-09-05T10:38:08Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Kendari - metrosultra.com | Universitas Muhamadyah Kendari menyelenggarakan Dialog Interaktif dengan tema Kompetensi Lulusan, Link and Match Dunia Industri, di Aula gedung E lantai 4, Kampus Universitas Muhamadyah Kendari, Kamis (3/9/2020).

Dialog interaktif ini pelaksanaannya dilakukan dengan menggunakan Aplikasi ZOOM dan tetap mengikuti protokol kesehatan, turut diikuti oleh Pimpinan dan segenap Sivitas Akademika UM-Kendari serta masyarakat umum.

Direktur Utama PT. Topabiring Trans Logistik, H. Abdul Rachmat Noer, menjelaskan mahasiswa atau siapa saja yang memasuki kerja agar membekali diri dengan soft skill. 

Ini akan menjadi modal besar untuk memenangkan persaingan di pasar kerja,"Jelasnya.

Menurut Rachmat, penggunaan tenaga kerja diharapkan mampu dan memilik produktivitas yang tinggi bagi setiap karyawannya. Sementara honor yang dibayarkan oleh perusahaan adalah kompensasi kerja karyawan selama delapan jam sehari. 

“Waktu 8 jam di pabrik atau di kantor bukannya dihabiskan lebih untuk bekerja, masih ada waktu digunakan untuk hal-hal yang sifatnya sia-sia atau waste time, Jujur saja, jika dibandingkan dengan tingkat produktivitas karyawan asing yang bekerja di Indonesia untuk level yang sama, kita masih kalah,” kata Rachmat.

Tak hanya itu, Rachmat juga menilai Kehadiran tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia semestinya menjadi cermin buat basyarakat khusnya di Wilayah Sulawesi tenggara. Dengan dali/ memiliki tingkat produktivitas yang lebih tinggi.

“Maka wajar jika ada pekerjaan tertentu dikerjakan oleh mereka karena adanya perbedaan kinerja dengan tenaga kerja kita. Karena itu kita jangan marah jika mereka datang tapi kita harus belajar dari mereka, cara-cara mereka menyelesaikan pekerjaan,” Ajaknya.

Lebih lanjut, Rachmat mengakui bahwa leadership juga dibutuhkan mahasiswa cerdas untuk hadir bersaing di dunia industri kedepannya, mahasiswa yang cerdas merupakan pondasi untuk mencapai kesuksesan di dunia kerja.

Salah satu yang harus dilakukan perguruan tinggi adalah melakukan kolaborasi antara kampus dengan pihak industry, yakni mengaktifkan program magang mahasiswa bersertifikat. Jika hal tersebut dilakukan tentu mahasiswa dapat terdidik menjadi professional dalam dunia usaha dan bekerja. 

"karena target-target diberlakukan pada magang bersertifikat, hal tersebut harus membuat kampus lebih gencar melakukan magang mahasiswa di dunia industry," Terang Abdoel Rachmat Noer.
Komentar

Tampilkan

Terkini