Iklan


Kejari Bombana Perpanjang Waktu Penyelidikan Kasus Dermaga Paria

METROSULTRA.COM
25 Juli 2020, Sabtu, Juli 25, 2020 WIB Last Updated 2020-07-26T02:03:10Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Bombana, metrosultra.com | Puluhan Pemuda yang tergabung di lembaga Kajian Pembangunan Daerah dan Demokrasi (,LKPD) wilaya Sulawesi tenggara menggelar demonstrasi dihalaman Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bombana. Kamis 3 Juli 2020.

Aksi mereka kali ini merupakan aksi yang kedua kalinya sejak berjalannya penyelidikan yang dilakukan oleh Kejari Bombana.

lewat Kepala Sesi Iintel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bombana, Supriyadi  mengatakan tahapan penyelidikan kasus dugaan korupsi pembangunan dermaga pelabuhan Paria di Kecamatan Poleang diperpanjang hingga waktu yang tidak ditentukan.

Padahal, kasus tersebut telah ditangani oleh Kejari Bombana sejak Mei 2020. Artinya, dukungan  masyarakat selama ini kepada Kejari Bombana untuk mengungkap kasus tersebut berjalan secepatnya.

Namun lagi lagi, Supriadi mengaku penyelidikan kasus ambruknya dermaga paria naik status penyidikan tidak gampang alias berbeda dalam menangani kasus - kasus KUHP. 

Bahkan kata dia, Kasus tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Sehingga itu pihak Kejari memperpanjang waktu penyelidikan hingga waktu yang tidak sebutnya.

"Perlu kita ketahui bahwa tahapan  penyelidikan kasus masih sementara proses berjalan, Perlu diketahui adalah kami (Kejari) sangat bekerja hati - hati sekali dalam melakukan penyelidikan ini, karena menyangkut hal hal yang sifatnya sangat tekhnis sekali, tidak mudah seperti mengungkap kasus KUHP dan sebagainya. Kami harus menguji betul pormiknya dan materilnya," Jelas Supriyadi kepada puluhan massa aksi di halaman kantor Kejaksaan Negeri Bombana Kamis 3 Juli 2020.

Supriadi meminta kepada puluhan masa aksi untuk terus memberikan support kepada Kejari Bombana dalam melukan penyelidikan hingga penyelidikan berjalan baik dan cepat terungkap.

"Kami tetap harapkan suport kita semua sehingga kasus ini cepat terungkap, insya Allah dalam waktu dekat sudah akan ada jawabannya," Imbuhnya.

Semnatara Direktur LKPD Sultra Muh Arham, mengatakan tujuan melakukan aksi selain mendesak Kejari Bombana untuk menuntaskan kasus korupsi dalam Mega proyek  dermaga pelabuhan Paria yang berlokasi di Kecamatan Poleang. Sekaligus m mberiksn supir kepada Kejaksaan yang telah melakukan penyelidikan sejak Mei 2020 sehingga tahapan Penyelidikan secepatnya selesai.

"Kami turun kejalan karena kami mendukung Kejari Bombana, apalagi kami dengar bahwa yang terlibat didalam adalah oknum yang kebal hukum, maka kami memberikan dukungan kepada Kejaksaan untuk terus melakukan tahapan hukum sesuai aturan yang berlaku. Siapapun dia kalau terbukti silahkan diseret, diadili dan dipenjarakan karena kita (warga Indonesia) semua sama Dimata hukum, tidak ada yang kebal hukum !," Tegasnya.(red)
Komentar

Tampilkan

Terkini